Cara Membaca Tanggal di Kemasan

Jumat, 25 Maret 2011 | komentar

















Jika Anda amati di dalam sebuah kemasan makanan biasanya ada beberapa tanggal yang tercantum di atasnya. Apa sih arti tanggal-tanggal tersebut?Jika Anda berbelanja di supermarket atau hypermarket apakah Anda selalu mengecek tanggal kadaluwarsanya? Oh ya tentu saja dong, siapa sih yang mau membeli makanan yang sudah kadaluwarsa dan tidak bisa dikonsumsi, tentu tidak ada kan? Namun ternyata mengetahui tanggal kadaluwarsa saja tidaklah cukup, beberapa informasi penting lainnya wajib kita perhatikan.

Coba cermati sebuah kemasan makanan yang saat ini ada di dekat Anda, kemasan snack mungkin. Kode dan istilah apa saja yang tercantum di sana? Mungkin ada beberapa tanggal yang tercetak pada kemasan makanan tersebut seperti, pack by date, P/M, used by date, sell by date, lalu apa bedanya tanggal-tanggal tersebut?
Mari kita pecahkan misteri tanggal tersebut!

Misteri Kode Tanggal
Dalam sebuah kemasan makanan terkadang tercetak 2-3 tanggal yang berbeda. Tanggal tersebut bukan dicetak tanpa maksud, namun masing-masing tanggal memainkan peran penting bagi konsumen yang membeli dan akan menggunakan produk makanan tersebut. Adapun sebenarnya dalam sebuah kemasan produk 5 (lima) tanggal penting yang tercetak, yaitu:

Kode P/M atau Product by/manufactured by

Kode tanggal yang tercetak ini menjelaskan tentang tanggal pembuatan produk yang ada di dalam kemasan. Dan biasanya ada singkatan perusahaan atau kode jenis makanan.
Contoh: LOT 07/07/2007

Pada umumnya makanan yang berusia singkat seperti sosis, baso instant, nuggets dan beberapa makanan beku lainnya selalu mencantumkan info tanggal tersebut.

Kode Pack by date
Tanggal yang tercetak pada kemasan tersebut berarti menjelaskan kapan bahan produk tersebut dikemas. Tak semua kemasan makanan tercantum tanggal ini, pada umumnya tanggal ini hanya dicantumkan di box terluar kemasan yang akan mempermudah packing produsen atau distributor dalam mendata produknya.

Kode tanggal ini dapat Anda temukan pada makanan atau minuman seperti kopi, teh, manisan atau buah kaleng.[break]

Kode Sell by date
Tanggal tersebut menjelaskan kapan barang keluar dari gudang/pabrik produsen, yang kemudian disalurkan pada distributor atau langsung pada konsumen. Tanggal ini juga jarang tercantum pada kemasan utama suatu produk makanan, dan kebanyakan dicantumkan di box terluar suatu produk.

Kode Use by date atau Used before
Tanggal ini merupakan tanggal peringatan bagi konsumen tentang kadaluwarsa sebuah produk. Serta menerangkan kapan kondisi terbaik produk tersebut bisa dikonsumsi. Beberapa produk yang difermentasi seperti yogurt, atau tape singkong sering mencantumkan produk ini untuk memberitahu konsumennya bahwa produk telah mencapai kondisi terbaik yang artinya sudah matang dan siap dikonsumsi.

Kode Best by date atau Expired date (EXP)
Tanggal ini menunjukkan tanggal kadaluwarsa sebuah produk. Pada setiap kemasan makanan wajib dicantumkan tanggal tersebut, fungsinya adalah mengingatkan konsumen bahwa produk sudah tak dapat dikonsumsi jika sudah lewat tanggal yang tercantum. Jadi sebaiknya jika Anda menemukan produk makanan yang telah lewat tanggal kadaluwarsanya jangan dibeli dan segera laporkan pada pramuniaga.

Selamat berbelanja dan pastikan Anda cermat dengan setiap kode tanggal yang tercantum ya

Sumber

Posted by: chirenxz Library chirenxz Library, Updated at: 13.17

Keindahan Wanita

| komentar

Keindahan Wanita...

Diakui atau tidak setiap wanita memiliki lekukan yang dapat menarik perhatian lawan jenisnya. Lekukan yang dimaksud di sini adalah ciri fisik (tidak selalu berkaitan dengan seks) kewanitaan yang pastinya dimiliki setiap wanita. Kecantikan yang telah dipercayakan kepadanya dari Sang Pemberi Keindahan.

Mungkin ada yang akan mengatakan tidak setiap wanita cantik. Atau mengatakan bahwa kalimat ‘setiap wanita itu cantik’ adalah kalimat yang dibuat untuk menghibur para wanita yang tidak cantik. Tapi, coba pikirkan lagi, benarkah?

Kembali lagi ke kata ‘cantik’. Apa kata itu berarti kulit cerah (atau untuk kalangan Barat), postur tinggi langsing, bibir tipis (atau penuh seksi untuk kalangan tertentu) merekah, wajah lonjong, hidung mancung, mata besar, dan rambut halus? Tidak ada satu kamus pun di dunia yang menggambarkan cantik seperti itu.

Parameter-parameter di atas hanyalah buatan manusia. Gambaran cantik seperti itu bermakna sangat sempit dan menafikan Tuhan sebagai pencipta yang sempurna. Setiap wanita ciptaanNya merupakan karya yang luar biasa. Setiap lekuk wanita yang diciptakanNya adalah keindahan.

Keindahan ini merupakan fitrah, anugerah, namun kadang menjadi bencana bagi wanita itu sendiri bahkan bagi orang lain. Banyak wanita yang mendapat pujian, sanjungan atas kecantikannya, namun ada pula yang mendapat musibah karena kecantikannya sendiri. Dan, hal ini tidak perlu dijelaskan lagi, karena masing-masing dari kita telah memahami hal tersebut. Bahkan, mengetahui beberapa kejadian yang menjelaskannya.

Ini menjadi semacam dilema bagi para wanita. Di satu sisi dia ingin merasa dan terlihat cantik. Di sisi lain dia tidak ingin kecantikannya dilecehkan lawan jenis. Dan, percaya atau tidak dilema ini dimiliki oleh setiap wanita. Walaupun memang rasionya berbeda-beda.

Hasil dari dilema ini pun bermacam-macam. Ada yang menjadi tidak peduli dilecehkan (‘ini gue, makanya jadi laki-laki jangan ngeres’). Ada pula yang akhirnya tidak peduli dengan kecantikannya (‘udahlah, daripada ada apa-apa, mending keliatan jelek aja’). Yang mana hasil yang terbaik?

Guess what? Tidak ada dari kedua hasil itu yang paling baik karena keduanya merugikan wanita. Wanita adalah makhlukNya yang indah. Oleh karena itu Tuhan menyertakan sifat ‘suka akan keindahan’ dan ‘pemelihara keindahan’ kepadanya. Tuhan menginginkan agar keindahan yang difitrahkan pada setiap wanita tidak sia-sia.

Tetapi, bukan berarti wanita menutup mata akan hal buruk yang mungkin dapat terjadi karena kecantikan yang dimilikinya. Justru karena itu adalah anugerah yang difitrahkan kepadanya. Sudah seharusnya setiap wanita menjaga tujuan agung Sang Pencipta.

Setiap wanita harus memiliki kesadaran untuk tidak menjadi obyek. Tapi, jadilah subyek. Obyek menunjuk kepada sesuatu yang menjadi pelampiasan aktivitas pihak lain. Sedangkan subyek berarti pihak yang melakukan atau mewujudkan sesuatu terjadi. Contoh pada kalimat sederhana berikut:

A membaca buku A adalah subyek. Sedangkan buku adalah obyek. Subyek biasanya berupa individu yang memiliki kuasa sehingga sesuatu terjadi. Sedangkan obyek sebagian besar berupa benda mati atau invidu yang tidak berdaya menerima apa pun yang dilakukan subyek (hal yang baik maupun yang buruk).

Wanita sebagai obyek artinya wanita dijadikan seperti benda atau individu yang harus menerima apa pun yang dilakukan pihak lain. Seperti yang dituliskan di atas wanita adalah makhluk yang indah, karena itu, pastinya akan menjadi obyek yang sangat menyenangkan. Dengan menjadi obyek wanita tidak memiliki kendali atas kualitas yang dimilikinya.

Lain halnya dengan menjadi subyek. Sebagai subyek wanita diposisikan sebagai individu yang memiliki kuasa atas dirinya dan kendali akan potensi serta kualitas yang dimilikinya.

Kualitas fisik yang dimiliki seorang wanita hanyalah sebagian kecil dari seluruh potensinya. Jika potensi ini disadari dan diarahkan akan memberi hal positif bagi dirinya. Bahkan, bagi orang lain dan lingkungannya. Wanita yang memposisikan dirinya sebagai subyek adalah wanita terhormat yang merupakan anugerah terbesar bagi keluarganya, masyarakatnya, dan bagi dunia tempat kita berada.

sumber

Posted by: chirenxz Library chirenxz Library, Updated at: 12.01

Ornamen Untuk Undangan

Kamis, 24 Maret 2011 | komentar

Dalam posting pertama saya ini ingin memberikan ornamen-ornamen yang biasa digunakan pada desain undangan baik pernikahan maupun undangan lainnya



Bila anda ingin yang satu paket dapat di download DISINI dan DISINI

atau

Posted by: chirenxz Library chirenxz Library, Updated at: 16.05
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. cHirenxz Library - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger